Sabtu, 27 Desember 2014

Makna Syair Kebajikan Tersembunyi 08



Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Bagian 8

Selanjutnya adalah “mengasihani yatim piatu”, misalnya kejadian gempa bumi bulan Mei tahun lalu, dalam sekejab berapa banyak keluarga yang terpisah dan kehilangan, berapa banyak anak yang telah menjadi yatim piatu. Kami melihat banyak insan mulia yang memberi bantuan bencana, atau mengadopsi anak-anak tersebut, ini adalah tindakan mengasihani anak-anak yatim tersebut, ini juga adalah hati penuh kasih sayang. Ayahbunda mereka di surga bila mengetahui anda mengadopsi anak mereka, mereka juga akan sangat berterimakasih.

Selanjutnya adalah “memaafkan kesalahan orang lain”, ini juga merupakan pelatihan diri. Konfusius berkata bahwa andaikata diri sendiri dapat tekun melatih diri, setiap hari dapat melakukan introspeksi diri atas kesalahan yang dilakukan diri sendiri, perbanyak menyalahkan diri sendiri dan kurangi menyalahkan orang lain. Ajaran insan suci mendidik kita, tidak lain adalah menasehati kita supaya memperbaiki kesalahan sendiri, melakukan introspeksi diri, memperbaiki diri kembali ke jalan yang benar, ini adalah ajaran para suciwan.

Insan yang benar-benar melakukan introspeksi diri dan mau memperbaiki diri kembali ke jalan yang benar, mana mungkin memiliki waktu luang untuk menyalahkan orang lain, mencari kesalahan orang lain? Maka itu pada masa Dinasti Tang, guru sesepuh ke-6 Aliran Zen, Master Hui Neng, mengucapkan seuntai kalimat yang bagus yakni “Praktisi sejati takkan melihat kesalahan insan lain”, praktisi yang benar-benar melatih diri, mana mungkin memiliki waktu luang untuk memikirkan kesalahan orang lain.

Menyimpan kesalahan orang lain di dalam hati sendiri, bukankah ini berarti menyimpan sampah orang lain ke dalam hati sendiri yang suci dan bersih, menjadikan hati sendiri sebagai tong sampah, diri sendiri mengotori diri sendiri, buat apa?

Selanjutnya adalah “Memupuk kebajikan tersembunyi pasti dapat menggugah Langit. Apa yang dimaksud dengan kebajikan tersembunyi? Setelah melakukan kebajikan tidak perlu diketahui orang lain, inilah yang disebut dengan kebajikan tersembunyi. Bila setelah melakukan kebajikan dan diberitahukan kepada orang lain, mengatakan bahwa si A telah melakukan banyak amal, suratkabar juga menyiarkannya, dengan demikian dia tidak memiliki kebajikan tersembunyi, tetapi dia hanya memiliki kebajikan terbuka.

Hasil dari kebajikan terbuka adalah anda jadi tersohor, ini juga sebuah berkah, maka itu menghabiskan pahala anda, sebaliknya bila kebajikan tersembunyi, Langit akan membalasnya. Maka itu kita berbuat kebajikan tidak perlu diketahui orang lain, menyisakan sedikit pahala buat diri sendiri.

Jadi Dewa Wen Chang mengatakan di sini “Memupuk kebajikan tersembunyi”, kebajikan tersembunyi ini meliputi lima kalimat sebelumnya, yakni “tidak pernah memperlakukan rakyat dengan buruk, menolong orang dari kesusahan, membantu mereka yang memerlukan, mengasihani yatim piatu, memaafkan kesalahan orang”. Tetapi lima kalimat ini hanyalah sebagian kecil saja, sesungguhnya kebajikan tersembunyi yang ditimbun oleh Dewa Wen Chang bukan hanya ini saja, maka itu disebut memupuk kebajikan tersembunyi.

Kebajikan tersembunyi yang ditimbun hingga menebal dapat menggugah Langit. Di dalam “Shu Jing” (“Buku Sejarah”, mencatat dari sejarah legenda Tiongkok hingga masa Konfusius), ini merupakan salah satu dari enam klasik Ajaran Konfusius, di dalam “Shu Jing” terdapat seuntai kalimat yakni “Berbuat kebajikan, Langit menganugerahkan kesejahteraan; berbuat kejahatan, Langit menjatuhkan petaka”.

Apabila manusia dapat memupuk kebajikan, maka Langit akan menganugerahkan padanya pahala dan kesejahteraan yang tak terhitung; jika sebaliknya melakukan kejahatan, maka Langit akan menjatuhkan padanya petaka. Seperti juga kata pepatah : “Petaka dan berkah bukanlah karena ditakdirkan, tetapi merupakan hasil perbuatan sendiri, balasan atas kebajikan dan kejahatan, bagaikan bayangan mengikuti diri”.

Maka itu apabila kita ingin memohon perlindungan dari Dewa Wen Chang, bagaimana caranya? Seorang praktisi Buddhis memohon perlindungan dari Buddha, atau memohon pemberkatan dari Langit, bagaimana caranya? Ini merupakan prinsip, anda sendiri harus menimbun kebajikan tersembunyi, memupuk jasa kebajikan berkesinambungan, barulah memperoleh perlindungan dari Buddha, Bodhisattva dan Langit. Ini berdasarkan Hukum Sebab Akibat, bukan atas dasar kepercayaan takhayul belaka.

Dikutip dari Ceramah Dr. Zhong Maosen
Judul : Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Tanggal : 21 Januari 2009


文昌帝君陰騭文大意
(八)

下來『憫人之孤』,「孤」是孤苦,特別是指沒有父母的兒女。像去年五月發生的大地震,瞬息之間多少家庭家破人亡,多少孩子成為孤兒。我們見到有很多仁人長者捐錢捐物去救濟,或者是認領這些孤兒來撫養,這些都是憐憫這些孤苦伶仃的孩子,這也是一種慈愛心。如果他們父母有靈,在九泉之下看到你對他的兒女來撫養,他們那種感恩之意會到什麼樣。

下面講『容人之過』,包容別人的過錯,這是一種修養。孔子說,「躬自厚,而薄責於人」,自己修為能夠用功,天天能夠反省自己的過失,自責多,責人就少。聖人千言萬語教化我們,無非是勸我們自求其過,回光返照,反省自己,改過自新,這是聖學。真正用功反省自己、改過自新的人,哪有閒工夫去責備別人,去看別人的過失?所以唐朝六祖惠能大師說得好,「若真修道人,不見世間過」,真正修道的人,哪有時間心裡想別人的過失。把人家的過失裝在心裡,那不就是把別人的垃圾放到自己純淨純善的心靈裡面,把自己的心靈變成一個垃圾桶,自己污染了自己,何苦來?

下面講『廣行陰騭,上格蒼穹』。這個陰騭就是陰德。什麼叫陰德?做了善事不為人知,這叫陰德。如果做了善事被別人都知道了,說某人做了很多慈善,報紙也登他,這樣子他就沒有陰德,這叫陽德,陽善。陽善你有好名聲,好名聲也是福,這就把你的善給報完了,就沒有後福了,如果是陰德,天報之。所以我們做善事不要求別人知道,留一點後福給自己。那麼帝君在這裡講「廣行陰騭」,這個陰騭(陰德)包括剛才上面講到這五句,「未嘗虐民酷吏,救人之難,濟人之急,憫人之孤,容人之過」。可是這五句只是列舉一部分,實在帝君所行的陰德不勝枚舉,因此叫廣行陰騭。陰德之厚可以感動上天,「蒼穹」就是上天。《書經》上面,這是儒家的六經之一,《書經》有一句話說,「作善,降之百祥;作不善,降之百殃」。人能夠積德行善,天必降給他福報,百祥是無數的吉祥福報降下來;如果人作惡,天就降下災殃。這都是自然感應之理,正所謂「禍福無門,惟人自召,善惡之報,如影隨形」。所以我們求文昌帝君保佑,怎麼個求法?學佛的人要求佛保佑,或者是求上天保佑,怎麼求?這個就是原理,你自己要廣行陰騭,要積功累德,才能夠感得上天、佛菩薩的保佑。這是按照因果來的,不是搞迷信。

摘錄自 :
文昌帝君陰騭文大意  鍾茂森博士主講  (第一集)  2009/1/21  華嚴講堂  檔名:52-328-0001


Makna Syair Kebajikan Tersembunyi 07




Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Bagian 7

Demikianlah kisah dari 17 kali tumimbal lahir dari Dewa Wen Chang sebagai insan terpelajar, kalimat ini menunjukkan pada kita bahwa bukan hanya Dewa Wen Chang memiliki 17 kali reinkarnasi, namun setiap insan juga pernah mengalami 17 kali tumimbal lahir, ada masa lampau maka tentu saja ada masa yang akan datang. Asalkan memahami tiga masa kehidupan dalam lingkaran tumimbal lahir, barulah kita yakin bahwa Hukum Karma sedikitpun takkan meleset, perbuatan baik ada akibat baiknya, perbuatan jahat akibatnya adalah siksaan, bukan tidak ada balasannya namun waktunya belum tiba, begitu waktunya tiba, maka baik perbuatan baik maupun jahat pasti ada balasannya.

Manusia di dunia ini pandangannya tidak jauh, hanya melihat masa kehidupan sekarang saja, tidak tahu ada kehidupan yang akan datang, mengira bahwa manusia yang sudah mati ibarat pelita yang sudah padam, maka itu semasih hidup tidak memiliki rasa takut untuk melakukan karma buruk, saat karma buruk berbuah maka sesal kemudian tak berguna.

Maka itu kalimat pertama yang diucapkan Dewa Wen Chang memiliki makna yang sangat mendalam. Selanjutnya masih ada enam kalimat yang mendidik manusia supaya menjalankan kebajikan, menimbun kebajikan tersembunyi. Enam kalimat ini merupakan kebajikan yang ditimbun oleh Dewa Wen Chang selama 17 kali reinkarnasinya, jadi beliau memberi teladan dalam bentuk tindakan nyata, menampilkan pada kita seorang sosok yang bijaksana, maitri karuna, berbakat dan mengabdi pada masyarakat dan negara, setia dan bertanggungjawab, menjadi teladan bagi menciptakan berkah bagi rakyat.

Di sini dikatakan :
“Tidak pernah memperlakukan rakyat dengan buruk.
Menolong orang dari kesusahan.
Membantu mereka yang memerlukan
Mengasihani yatim piatu.
Memaafkan kesalahan orang.
Memupuk kebajikan tersembunyi, pasti dapat menggugah Langit.

Dari enam kalimat di atas, kalimat yang pertama adalah “Tidak pernah memperlakukan rakyat dengan buruk”. Beliau tidak pernah berlaku buruk pada rakyat, juga pada bawahannya tidak pernah bertindak keji, maka itu beliau dapat mendidik orang lain supaya bertindak serupa, ini adalah mengamalkan kebajikan. Memperlakukan rakyat bagaikan putra putri sendiri, kita menyebut pejabat pemerintah bagaikan ayahbunda.   
   
“Menolong orang dari kesusahan”, melihat ada orang yang kesusahan, segera mengulurkan bantuan. Baik dengan menggunakan harta benda milik sendiri, atau menggunakan kebijaksanaan sendiri, atau menggunakan bakat kemampuan sendiri, membantu orang lain supaya terlepas dari kesusahan.

Mengenai bantuan bencana, di dalam penjelasan Tuan An-shi ada tercantum sebuah kalimat yang amat bermakna, dia menggunakan teori Konfusius, yakni sebagai hakim tugasnya mendengar perkara atau keluhan dari masyarakat merupakan hal yang biasa, namun cara penyelesaiannya berbeda dengan hakim lainnya, juga tidak lebih hebat daripada orang lain, jadi dimana letak kelebihan Konfusius dalam hal ini? Yakni berusaha agar tidak ada perkara yang dilimpahkan oleh penduduk.

Bagaimana caranya agar masyarakat tidak perlu mengadu ke pengadilan? Yakni dengan pendidikan, sehingga setiap insan memahami etika moral dan kebenaran, supaya setiap orang dapat mengamalkan kebajikan, takkan saling bersaing, maka takkan membawa perkara ke pengadilan.  

Memberi bantuan bencana juga sedemikian halnya, andaikata masyarakat sudah tertimpa bencana dan anda mengulurkan tangan, tentu saja ini disebut memberi bantuan bencana, tetapi bantuan ini ada batasnya, andaikata dapat mengulurkan tangan sebelum bencana terjadi, ini barulah disebut benar-benar memberi bantuan. Kita tahu bahwa semua bencana merupakan akibat dari karma buruk yang diciptakan oleh para makhluk, jika dapat membantu para makhluk agar tercerahkan, sejak itu takkan lagi menciptakan karma buruk, inilah daya upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi.

“Membantu mereka yang memerlukan”, ini menunjukkan pada bantuan materi untuk membantu orang dari kekurangan sandang dan pangan. Orang yang sakit diberi bantuan obat-obatan, melihat ada keluarga yang sedang berkabung, maka diberi bantuan biaya penguburan, ini adalah bentuk pemberian bantuan menurut kemampuan yang ada, hanya insan yang tidak mementingkan dirinya sendiri yang mampu melakukannya.

Seperti yang dikatakan Konfusius bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga denganku, yang usianya lebih tua dariku adalah bagaikan ayahbundaku, orang yang lebih muda usianya dariku adalah bagaikan putra putriku sendiri, membantu mereka adalah serupa dengan membantu ayahbunda dan putra putri sendiri, dengan hati universal ini membantu mereka. Bukankah dengan demikian dapat mewujudkan dunia adalah satu keluarga? Kini kami menggalakkan perdamaian dunia, yang paling mendasar adalah harus mempunyai hati sedemikian, dan hati ini harus melalui pendidikan ajaran insan suci dan bijak jaman dulu barulah dapat tercapai.    
       
Dikutip dari Ceramah Dr. Zhong Maosen
Judul : Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Tanggal : 21 Januari 2009


文昌帝君陰騭文大意
(七)

這是將帝君「一十七世做士大夫身」這句話最重要的義理給我們告示出來,帝君有一十七世,我們每一個人都有一十七世,有過去世當然必定是有未來世。只有認識到三世輪迴,我們才能相信因果絲毫不爽,善有善報,惡有惡報,不是不報,時候未到,時候一到,善惡總有報。所以世間人眼光短淺,只知道有今生,不知道有來世,認為人死如燈滅,所以在生的時候一切行為毫無忌憚,造作罪業,等到受報應的時候後悔都來不及。所以帝君這第一句話意思都很深刻。底下有六句,是教人必須要行仁義,廣積陰功。這六句都是說他自己在十七世當中所做的事情,積功累德,這是帝君的身教,為我們示現做一個有智慧、有慈悲、有才藝,服務於社會,服務於國家,盡忠職守,為人民造福的好榜樣。這裡說:

【未嘗虐民酷吏。救人之難。濟人之急。憫人之孤。容人之過。廣行陰騭。上格蒼穹。】

這六句,第一句『未嘗虐民酷吏』,這是講到「無諸己,而後非諸人」,自己沒有虐待百姓,對於下屬沒有殘酷的虐待,那麼才能夠教導別人也不要這樣做,這是行仁。不虐待百姓這是仁,對百姓如同對兒女一樣,我們說所謂父母官,對待下屬(就是吏)不殘酷這是義,所以這是仁義之道。那麼底下是「有諸己,而後求諸人」,自己有這些德行,才能夠教導別人怎麼做。『救人之難』,見到別人有難,立即去救助。或者用自己的財力、或者用自己的智謀、或者用自己的才幹,幫助別人解脫苦難,直至把別人能夠救助出來圓滿而後已。關於救難,安士先生註解當中發明一個很好的意思,他引用孔子所說的,「聽訟,吾猶人也。必也,使無訟乎!」聽訟,這是指孔子他做法官聽訴訟案件,審案跟別人一樣,並沒有比別人高明,但是孔子比別人高明的地方是什麼?使民無訟,讓百姓都不用訴訟,這是孔子高明的地方。如何讓百姓不再訴訟,不再打官司?要用教育,使人人都知道倫理道德,使人人都能夠躬行仁義,互相不爭,當然就沒有什麼打官司的地方,這叫使民無訟。救人之難的意思也是這樣子,如果是人民已經發生災難你去救助,這當然是救難,可是救難於已然,所救有限,如果能夠救難於未然,讓這個難不發生,這才是真正的救難。我們知道所有的災難都是眾生造作惡因感來的苦報,如果能夠幫助眾生覺悟,從今不再造惡了,那真正救難於未然。

  下面『濟人之急』,這個急和難有所不同,這個急特別是講財用方面,所以濟人之急是幫助解決人物質上的急難。譬如說缺衣食的,救之於衣食,得病的,給予醫藥,遇到死亡的,幫助喪葬,這都是隨力隨分來救濟,這是一種大公無私的心才能夠做到。孔子所說的「大道之行也,天下為公。故人不獨親其親,不獨子其子」,所有的人民跟我是一家人,長輩、年老的,如同我的父母一樣,晚輩、年幼的,如同我的兒女一樣,幫助他們就跟幫助自己的父母、子女沒有什麼兩樣。以這種公心救濟,這不就是能夠實現大同世界嗎?現在我們提倡構建和諧世界,最基本的是要有這種心,而這個心需要通過聖賢教育才能達到。

摘錄自 :
文昌帝君陰騭文大意  鍾茂森博士主講  (第一集)  2009/1/21  華嚴講堂  檔名:52-328-0001


Makna Syair Kebajikan Tersembunyi 06



Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Bagian 6

Keesokan harinya suami istri itu pergi lagi ke atas gunung untuk melihat batu tersebut, lalu menemukan di dalam batu itu ternyata ada seekor ular kecil yang berwarna keemasan, mereka amat gembira, bagaimanapun juga adalah darah daging sendiri, lalu dibawa pulang dan dipelihara.

Akhirnya ular tersebut semakin besar dan berubah menjadi seekor naga, naga ini memiliki kemampuan gaib, ketika dia mengetahui bahwa pejabat hakim di Dusun Qiongchi merupakan reinkarnasi dari Permaisuri Lü, maka dia sangat ingin balas dendam. Hakim ini memiliki seekor kuda kesayangan, siapakah kuda kesayangannya itu? Kuda ini merupakan reinkarnasi dari keponakan Permaisuri Lü, yang bernama Lü Chan, maka itu naga tersebut menelan Lü Chan terlebih dulu.

Akhirnya si hakim yang mengetahui bahwa di wilayah kekuasaannya, ada sebuah keluarga yang memelihara seekor naga, dan naga inilah yang telah memakan kuda kesayangannya, menjadi sangat marah dan menjatuhkan hukuman pada mereka. Kemudian naga tersebut menjelma menjadi seorang pelajar dan datang ke hadapan hakim sambil memperingatkannya, supaya jangan menjatuhkan hukuman pada sepasang suami istri yang miskin tersebut, kesalahan tersebut adalah dilakukan oleh naga, siapa yang bersalah maka siapa yang menanggungnya.

Tetapi hakim ini tidak sudi menerimanya, bersikukuh menjatuhkan hukuman pada suami istri tersebut, akhirnya naga tersebut menjadi amat marah lalu mendatangkan air laut dan menenggelamkan seluruh dusun tersebut. Oleh karena dendamnya sangat mendalam, akhirnya seluruh isi dusun jadi tenggelam, dan menelan korban lebih dari dua ribu jiwa, dan banyak korban yang tidak bersalah.

Naga tersebut telah melakukan karma buruk, maka itu Kaisar Langit menitahkan untuk memberi hukuman pada naga itu, mengurungnya di dasar kolam Qiongchi. Lagipula pada saat itu Qiongchi sedang dilanda kekeringan, naga ini tidak memiliki air sehingga amat menderita, bahkan di sepanjang tubuhnya bermunculan serangga-serangga kecil pemakan daging, mencabik-cabik daging tubuhnya dan memakannya, naga tersebut amat kesakitan dan tersiksa bagaikan berada di dalam neraka, demikianlah dia melewati tahun demi tahun, menerima siksaan serupa ini.

Kemudian pada suatu hari dia melihat kemunculan Buddha Sakyamuni, ketika dia melihat sosok Buddha, dalam hatinya muncul perasaan sukacita, memohon pembabaran Dharma dari Buddha, Buddha Sakyamuni lalu membabarkan Dharma padanya, hatinya terbuka dan jadi mengerti, maka itu dia bertobat dan menyesali karma pembunuhan yang telah dilakukannya. Begitu dia menyatakan pertobatannya, karma buruknya segera terhapus, akhirnya dia dapat terlepas dari raga binatang (tubuh naga), dan kembali menjadi manusia, bertumimbal lahir menjadi putra Zhang Yu, pada masa Kaisar Han Cheng-di berkuasa, namanya adalah Zhang Xun.

Siapakah Zhang Yu? Murid-murid Konfusius mencatat ucapan Konfusius ke dalam “Lun Yu”, namun sesungguhnya “Lun Yu” yang kita baca sekarang ini bukanlah dirangkum oleh murid-murid Konfusius, “Lun Yu” pertama kali adalah dirangkum oleh Zhang Yu, ini terjadi pada masa Dinasti Han Barat (206 BC-8 M), masa pemerintahan Kaisar Han Ai-di.

Kemudian sampai pada masa Dinasti Han Timur (25-220 M atau disebut juga sebagai periode akhir Dinasti Han yang runtuh pada tahun sekitar 200 Masehi), Zheng Xuan (127-200 M, merupakan seorang pelajar periode akhir Dinasti Han), mengadakan revisi pada “Lun Yu” sehingga menjadi versi seperti yang kita baca masa kini.

Pada saat itu Dewa Wen Chang terlahir menjadi putra Zhang Yu, dapat dilihat bahwa Ajaran Konfusius meninggalkan jejak yang mendalam bagi dirinya.

Kemudian setelah melewati kelahiran demi kelahiran, setelah runtuhnya Dinasti Han, sampailah pada periode Tiga Kerajaan (Sam Kok), pada akhir periode Tiga Kerajaan, Sima Zhao merebut kekuasaan, ketika itu Negara Wei (negara terkuat pada periode Tiga Kerajaan) mengutus Jenderal Deng Ai untuk menyerang Negara Shu (Dinasti Shu Han yang didirikan oleh Kaisar Liu Bei). Pada saat itu Negara Shu dipimpin oleh putra Liu Bei yang bernama Liu Chan, namun kekuatan negaranya sudah melemah.

Pada saat Jenderal Deng Ai memimpin pasukan prajurit menggempur Negara Shu, Dewa Wen Chang terlahir sebagai prajurit bawahan Jenderal Deng Ai, sementara itu pasukan prajurit Negara Shu dipimpin oleh Zhuge Zhan, pada saat terjadinya pertempuran, Wen Chang tewas dihujam oleh hujan panah yang dilepaskan oleh pasukan prajurit Zhuge Zhan.

Dewa Wen Chang memahami bahwa pasukan prajurit yang memanahnya adalah pada masa kelahiran lampau merupakan penduduk dusun yang dia tenggelamkan dimana saat itu dia terlahir sebagai naga pada masa Dinasti Han. Ini adalah akibat yang harus diterimanya.

Kemudian sampailah pada masa Dinasti Jin (265-420), setelah Dinasti Jin berdiri, dia telah menjadi Dewa, selalu muncul di dunia manusia, tujuan pokoknya adalah mendukung kebenaran dan kebajikan. Menurut catatan, pada akhirnya Dewa Wen Chang juga bertemu Buddha dan memperoleh ramalan pencapaian KeBuddhaan, dia mengamalkan Jalan Bodhisattva dan pada akhirnya juga dapat menyempurnakan KeBuddhaan.

Maka itu dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa Dewa Wen Chang juga merupakan Bodhisattva, saat kini beliau sedang melatih diri dan pada akhirnya juga akan mencapai KeBuddhaan, maka itu beliau juga merupakan seorang Bodhisattva pendukung Buddha Dharma.   

Dikutip dari Ceramah Dr. Zhong Maosen
Judul : Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Tanggal : 21 Januari 2009

  

文昌帝君陰騭文大意
(六)

第二天這夫婦兩人又到這個石窟窿看,發現這個石窟窿裡竟然有一條金色的小蛇,夫婦倆也很高興,總是自己的骨肉,把牠拿回家裡撫養。結果這個蛇逐漸長大,變成了一條龍,這個龍牠有神通,牠當時看到這個邛池邑的長官正是呂氏轉世的,所以牠當時就想報仇。邑令這個長官他有一匹寶馬,這個寶馬是誰?是前生呂氏的一個侄子呂產變的,那麼這條龍先把呂產給吃了。結果這個長官知道了自己的管轄下面的百姓有一家養了一條龍,竟然吃了自己的寶馬,非常憤怒,於是就要治他們的罪。結果這條龍就變成一個書生去警告這個長官,說你不可以治這對貧困夫婦的罪,這是他的龍幹的,一人做事一人當。但是這個縣令不聽,還是要治罪,結果這條龍就引海水把這個城給淹了。因為他復仇心切,結果把這個城一淹,死了二千多人,也有很多是無辜者。這是犯下罪業,因此上帝就下令制裁這條龍,把牠打到了邛池池底。而且邛池當時乾旱,這條龍沒有水,很辛苦,而且渾身都長滿了那些吃肉的小蟲,叮牠的肉,吃牠的肉,牠痛苦得就像在地獄裡面一樣,就這樣子過了不知多少個春秋,受這些煎熬。

後來有一天見到了釋迦牟尼佛顯現,當牠看到佛之後,心生歡喜,向佛請法,佛給牠說法,牠聽了之後心開意解,因此懺悔自己的殺業。這麼一懺悔,牠罪業消除了,因此從龍的身,龍是畜生身,就轉生為人,做了漢成帝時代張禹的兒子,叫張勳。那麼張禹是誰?歷史上也有記載,他父親張禹,孔子他的言行由弟子們記載,形成《論語》的前本,實際上我們現在看到的《論語》不是孔子弟子們集結出來,孔子的這些弟子只是做出一些會集,真正做成現代版《論語》的第一個人就是張禹,他當時寫了《張侯論》,這是《論語》的第一次會集,這是在西漢漢哀帝年間。後來到了東漢,鄭玄又在《張侯論》的基礎上又進行了校訂,所以就形成我們現在《論語》的本子。這位帝君當時做了張禹的兒子,可見得他對儒家肯定是能夠深入的學習,所以他生生世世對儒家學問學習得很深入。

  之後經過了好幾世,漢朝覆沒了以後,到三國時代,三國到後期,司馬昭奪取了政權,當時魏國派鄧艾將軍攻打蜀國,蜀國是劉備他兒子阿斗劉禪當時做皇帝,可是國力已經衰了。鄧艾將軍領兵攻打蜀國的時候,帝君當時轉生到鄧艾將軍手下做一個行軍司馬,在跟蜀國作戰的時候,當時蜀國的將領是諸葛瞻,在這個戰鬥當中他被諸葛瞻的軍隊亂箭射死。帝君知道這些射死他的人都是在前生漢朝時代他做龍的時候發大水淹死的這些人,這是酬償業報。後來一直到晉朝,晉朝建立,他做了神,常常顯化於世間,主要都是匡扶正義,扶助善良。記載當中說他最後也遇佛授記,他行菩薩道,最後也能夠圓滿成佛。所以從這裡可以看到文昌帝君他也是一位菩薩,現在在修行的果位上,最後也能夠成佛,所以他也是一位護持佛法的菩薩。

摘錄自 :
文昌帝君陰騭文大意  鍾茂森博士主講  (第一集)  2009/1/21  華嚴講堂  檔名:52-328-0001