Jumat, 02 Januari 2015

Makna Syair Kebajikan Tersembunyi 20



Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Bagian 20

Berikut ini merupakan kalimat ke-32 :
                        
“Menyumbang pakaian dan makanan kepada para insan jalanan yang kelaparan dan kedinginan”.

Kalimat ini ditujukan untuk menolong fakir miskin, pengemis. Kita dapat mendanakan sejumlah pakaian dan makanan, tidak ada ruginya bagi kita, namun bagi mereka yang memerlukannya malah merupakan budi besar yang tak terkirakan. Contohnya bulan Mei tahun lalu ketika terjadi gempa dahsyat di Wenchuan, setelah musibah terjadi, seluruh lapisan masyarakat mulai bergerak, menyumbang uang, pakaian, obat-obatan, bahkan donor darah untuk menolong para korban bencana, semua ini adalah “Menyumbang pakaian dan makanan kepada para insan jalanan yang kelaparan dan kedinginan”.

“Menyumbang peti mati agar jasad tidak terbuka”

 Melihat ada jasad terlantar di jalanan, atau tulang-tulang manusia yang berserakan, tanpa ada alas penutup, terbuka disinari cahaya matahari dan disiram air hujan, tidak tega melihatnya, maka menguburnya dengan layak, jasad tersebut dimasukkan ke dalam peti mati, masa kini digunakan tradisi kremasi, abunya dapat ditempatkan dengan baik, sehingga arwahnya dapat tenteram.

Andaikata kita sendiri yang mati, lalu jasad kita tergeletak begitu saja di luar tanpa alas penutup, disinari cahaya matahari dan disiram air hujan, bukankah ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan? Apa yang tidak kita kehendaki, janganlah melakukannya pada orang lain, maka itu apabila kita melihat jasad atau tulang berserakan, hendaknya segera dimakamkan.

Di sini Tuan An-shi memperluas makna yang terkandung pada kalimat ini, yakni kata jasad dan tulang juga mewakili sejumlah berita yang takut diketahui orang lain, peristiwa yang tidak sudi diungkapkan keluar dan terbuka, maka kita juga harus menutupinya, jangan membuka rahasia orang lain, kelemahan atau kekurangannya, ini juga merupakan cara untuk memupuk kebajikan tersembunyi.

Dikutip dari Ceramah Dr. Zhong Maosen
Judul : Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Tanggal : 22 Januari 2009


文昌帝君陰騭文大意
(二十)

第三十二句:

 【措衣食周道路之飢寒。】

這一句是周濟那些貧苦的人,乞丐。我們能夠布施一些衣食,對我們損傷不多,可是對他們卻是恩惠無窮。譬如說在去年五月份的汶川大地震當中,災難發生以後,全國多少人行動起來,施錢、施衣、施食、施藥,甚至捐血救助這些災民,這都是『措衣食周道路之飢寒』。

【施棺槨免屍骸之暴露。】

『棺槨』是棺材。見到路上有屍體,有這些死人的屍骨,暴露在日曬雨淋之中,生起不忍之心,把他們好好的進行埋葬,屍體放到棺材裡面,現在用火化,骨灰我們可以很好的放置起來,這都是什麼?讓死者九泉之下得到安慰。假如我們自己死了,我們的屍體暴露在外面,日曬雨淋,自己多麼的悲痛,己所不欲勿施於人,所以我們看到了屍骸要積極的掩埋。這裡安士先生引申這個意思,這個屍骸也代表一切恐人見聞之事,不願意暴露出來的事情,我們也要代為包荒,不要揭露人家的隱私、短處,這都是積陰德之處。

摘錄自
文昌帝君陰騭文大意  鍾茂森博士主講  (第二集)  2009/1/22  華嚴講堂  檔名:52-328-0002


Makna Syair Kebajikan Tersembunyi 19



Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Bagian 19

Selanjutnya adalah kalimat ke-30 dan 31 :

“Mengasihani yatim piatu dan janda. Menghormati orang tua dan mengasihani fakir miskin”

Ini membahas tentang anak yatim piatu, terhadap janda, terhadap orang lanjut usia, terhadap orang yang kurang mampu, mereka merupakan sosok dalam masyarakat yang patut dikasihani, yang paling tidak memiliki tempat bergantung. Dibandingkan dengan sebagian orang pada umumnya, keadaan mereka lebih menderita, lebih tidak bahagia, maka itu kita patut mengasihi, dengan tulus memberi perhatian dan menjaga mereka. Karena setiap manusia adalah saudara kita, adalah satu dengan diri kita, apalagi mereka yang kurang beruntung, kita harus peduli dan menjaga mereka.

Guru kita (Master Chin Kung) menggalakkan “menghidupi orang tua dan mendidik anak”, tahun-tahun sebelumnya, guru juga menggalakkan “Perkampungan Amitabha”, baru-baru ini beliau juga memunculkan gagasan untuk mendirikan “Taman Bahagia Orang Tua”.

Mendirikan taman bahagia orang lanjut usia, modelnya serupa dengan pondok/wisma tamu, karyawan yang direkrut harus sudah pernah mengikuti pelatihan pendidikan budi pekerti “Di Zi Gui”, para lansia yang berada di dalam taman bahagia ini, satu orang menempati satu kamar, segala keperluan hidup ada yang mengurusnya, menu makanan tiga kali sehari ada buffet, dengan menu utamanya adalah vegetarian.

Di luar pondok dibangun taman bunga, sehingga lansia memiliki semangat hidup yang berlimpah. Lansia masih tetap dapat mengikuti program belajar. Bagi yang memiliki kemampuan dan bakat ketrampilan, masih dapat menjadi staf pengajar di dalam taman bahagia, membagi ketrampilan yang mereka miliki, keterampilan sendiri juga akan semakin mahir, sehingga lansia dapat melewati hari tuanya di taman bahagia dengan bahagia.

Taman bahagia ini jangan menggunakan nama semacam panti jompo, mengapa demikian? Dengan menggunakan nama villa, umpamanya ketika guru (Master Chin Kung) sedang berada di Gunung Gurupadaka, beliau memotivasi mereka untuk membangun Villa Gurupadaka, , atau ketika berada di kaki bukit di wilayah Dali, guru memotivasi mereka untuk mendirikan villa kaki bukit, jadi menggunakan nama villa, dengan demikian para lansia yang tinggal di dalamnya takkan merasa bahwa diri sendiri sudah tua, jika memakai nama panti jompo, akan merasa bahwa diri sendiri sudah tua makanya tinggal di panti jompo, ini merupakan beban di dalam hatinya.

Di samping panti jompo didirikan sekolah budi pekerti, anak-anak dapat bersekolah di sini. Di sini diajarkan tentang budi pekerti dan Hukum Sebab Akibat, ditambah dengan mata pelajaran wajib dari pemerintah. Metode yang digunakan dalam belajar adalah seperti yang tercantum di dalam “Klasik Tiga Aksara”, yakni “kunci keberhasilan dalam belajar terletak pada menfokuskan diri pada satu mata pelajaran”, contohnya kurikulum kelas enam sekolah dasar, andaikata harus mempelajari enam mata pelajaran, sekarang anak kelas satu sekolah dasar saja harus belajar banyak mata pelajaran, di dalam sekolah budi pekerti ini  setahun hanya belajar satu mata pelajaran saja, setelah selesai belajar satu mata pelajaran barulah dilanjutkan dengan mata pelajaran yang kedua, seluruh mata pelajaran dari kelas satu hingga enam sekolah dasar dapat dikuasai sekaligus dalam waktu hanya setahun saja, jadi kuncinya terletak pada terfokus.

Dengan demikian dapat mengurangi beban tekanan pada anak murid, tas sekolah juga tidak perlu memuat begitu banyak buku, setiap hari cukup membawa satu buku saja, karena dia hanya belajar satu mata pelajaran saja, pikirannya terfokus pada satu mata pelajaran tersebut, seluruh perhatiannya juga jadi terpusat, hasilnya lebih bagus melampaui anak murid yang belajar banyak-banyak dan campur aduk. Bersamaan itu pula ada waktu untuk pembinaan moralitas dirinya, mempelajari Hukum Sebab Akibat dan ajaran para insan suci dan bijak.

Semoga ada insan mulia yang akan mewujudkan pemikiran ini, inilah yang dimaksud dengan “Mengasihani yatim piatu dan janda, menghormati orang tua dan mengasihani fakir miskin”. Andaikata kita tidak dapat belajar ajaran para insan suci dan bijak, maka ini serupa dengan membuat sekat pemisah dengan leluhur kita, hal ini juga sama dengan tidak mempunyai leluhur, tidak memiliki ayahbunda, bukankah kita juga telah menjadi anak yatim piatu? Anak yatim kultural. Maka itu kita harus mengasihani anak-anak generasi selanjutnya, agar mereka dapat menikmati pendidikan budi pekerti dan budaya tradisional Tionghoa, dapat meneruskan budaya Bangsa Tionghoa yang unggul, jangan lagi menjadi anak yatim kultural.   

Dikutip dari Ceramah Dr. Zhong Maosen
Judul : Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Tanggal : 22 Januari 2009


文昌帝君陰騭文大意
(十九)

下面第三十和三十一句:

【矜孤恤寡,敬老憐貧。】

這是講到對孤兒、對寡婦、對老人、對貧窮的人,這些人都是社會當中最可憐的,最沒有依靠的。這類人比一般人更苦,更不幸,所以我們要同情、要憐憫,用真心去關懷他們,照顧他們。因為凡是人,都是我們的同胞,都是跟我們一體的,尤其是這些不幸的人,我們更要加意的照顧。我們師父上人提倡養老育幼這個理念,早年又提倡彌陀村,最近又提修建老人樂園。建立老人樂園建立成賓館式的,請的這些服務人員都受過《弟子規》的培訓,老人家在這個樂園裡面一個人一個房間,生活起居都有人照顧,三餐飯有自助餐廳,以素食為主,外面有很好的這些田園、花園,另外有豐富的精神生活。老人家還依然能夠學習,有能力、有技術的,還能夠在樂園裡面開課講學,傳授他們的技藝,發揮餘熱,讓老人家能夠在這個樂園當中安度晚年。

這個樂園不要用養老院這些名稱,要什麼?以這個山莊、別墅來命名。譬如說,師父在雞足山鼓勵他們建了雞山山莊,或者是在大理那裡蒼山腳下建一個蒼山別墅,用這些名稱,這樣老人家在這裡面他就不覺得自己老,如果用老人院,就覺得自己老了才住老人院,這都有心理的負擔。老人院旁邊附設著實驗學校,育幼,這些老人的子弟在這裡上學。實驗學校用傳統的倫理道德因果,加上現在的國家提倡的這些教學內容。學習的方法用《三字經》裡面講的「教之道,貴以專」,譬如說小學六年的課程,如果要學六門,現在的學校是一年學好多門,在這個實驗學校裡面一年只學一門,學完一門之後再學第二門,把現在學校六年的課程一年學好,把這一門學通了再學第二門,貴以專。這樣學生壓力會很輕,書包也不用裝這麼多書,每天只帶一本書,他只上一門,他的腦子集中在這一門上,整個這個精神專注,效果比那個學得很雜的學生要學得好。同時能夠有時間加強倫理道德的修養,學習因果聖賢的教育,這是育幼。

  這些理念希望有仁人長者去推動、去落實,這就是這裡講的『矜孤恤寡,敬老憐貧』。假如我們不能夠學習聖賢教育,就等於跟我們老祖宗有了隔閡,有了代溝,我們就等於沒有自己的老祖宗,沒有自己的父母,我們不也成了孤兒?文化的孤兒。所以我們要憐憫下一代的孩子,讓他們能夠受中華傳統倫理道德的教育,能夠繼承我們中華民族優秀的文化,不要再成為文化的孤兒。  

摘錄自
文昌帝君陰騭文大意  鍾茂森博士主講  (第二集)  2009/1/22  華嚴講堂  檔名:52-328-0002


Kamis, 01 Januari 2015

Makna Syair Kebajikan Tersembunyi 18



Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Bagian 18

Selanjutnya ada sembilan kalimat yang mengajari kita cara untuk menciptakan berkah, di dalam Ajaran Buddha digunakan istilah berdana, ada tiga jenis dana yakni Amisa Dana (dana materi), Dharma Dana dan Abhaya Dana (dana untuk menghilangkan ketakutan pada makhluk lain). Sembilan kelimat ini adalah membahas tentang Amisa Dana dan Abhaya Dana.

“Memberi pertolongan harus segera, bagaikan menolong ikan di jalanan yang kering atau bagaikan menolong burung pipit yang terjebak di jaring-jaring.”  

 Ini membahas tentang menyelamatkan nyawa kehidupan. Ikan dan Burung Pipit adalah mewakili nyawa kehidupan seluruh makhluk. “Bagaikan ikan yang kekeringan di jalanan”, di jalanan tersebut hanya ada beberapa tetes air, ikan ini sudah hampir mati kekeringan, harus menolongnya, dengan sangat mendesak dan tidak boleh ditunda lagi.

“Bagaikan burung pipit yang terjebak di jaring-jaring”, begitu terancam, harus segera menolongnya. Semua ini memberitahukan pada kita bahwa dalam menyelamatkan para makhluk harus segera dan tidak boleh ditunda. 

Serupa dengan Bodhisattva Avalokitesvara yang memiliki ribuan tangan dan ribuan mata, ketika melihat ada makhluk yang menderita, Bodhisattva segera menyelamatkannya, segera mengulurkan tangan memberi bantuan. 

Meskipun kita tidak sanggup memberi pertolongan, juga harus mempunyai sebersit niat untuk menolongnya, mengerahkan segenap kemampuan untuk mewujudkan semua kebajikan, ini barulah ada jasa kebajikan yang sempurna.         

Dikutip dari Ceramah Dr. Zhong Maosen
Judul : Makna Syair Kebajikan Tersembunyi Dewa Wen Chang
Tanggal : 22 Januari 2009


文昌帝君陰騭文大意
(十八)

後頭有九句是教導我們造福的修法,用佛法的術語來講這是修布施,布施有三種,財布施、法布施、無畏布施。這九句講的是財布施和無畏布施。

  【濟急如濟涸轍之魚,救危如救密羅之雀。】

這是講到救護生命。『魚』和『雀』是代表一切眾生的生命。『涸轍之魚』,就像乾涸的車轍裡面的魚,那個車轍就只有一點點水,這個魚很快就要乾死了,要救護牠,急迫不可有半點的耽擱。『密羅之雀』,在羅網當中的小麻雀,非常的危險,把牠救助出來。這是什麼?講我們救度眾生要刻不容緩。就像佛家裡講的觀世音菩薩千手千眼,千手千眼代表什麼?見到眾生苦難,眼到手到,立刻就要伸出援手。縱然我們力量不能夠真正救度,也要有那顆救度的心,凡事都要盡心盡力的去做,這才能有圓滿的功德。

摘錄自 :
文昌帝君陰騭文大意  鍾茂森博士主講  (第二集)  2009/1/22  華嚴講堂  檔名:52-328-0002